Menjelajahi Muara Enim tentu terasa kurang lengkap jika infoers hanya menikmati keindahan alamnya tanpa mencicipi sajian khas yang menggugah selera. Kuliner khas Muara Enim memiliki karakteristik rasa yang dominan dengan perpaduan pedas, gurih, dan sedikit sentuhan asam.
Menariknya, meskipun memiliki cita rasa beragam, sebagian besar makanan tradisional di sini masih dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau bagi para pelancong. Penasaran apa saja menu yang wajib masuk dalam daftar pesanan?
Dilansir dari Laporan Akhir Optimalisasi IKM Muara Enim 2024, kuliner di daerah ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarkat dan perekonomian daerah. Keberagaman makanan lokal dan tradisi kuiner yang kaya menawarkan berbagai hidangan khas yang menggunggah.
Setiap kecamatan memiliki ciri khas kulinernya sendiri. Hal itu menciptakan pengalaman gastronomi yang unik bagi pengunjung. Inilah 5 rekomendasi kuliner khas Muara Enim yang nikmat dan ramah di kantong. Jadikan wishlist saat berkunjung, ya.
Bubur Kinco adalah salah satu takjil atau camilan manis yang sangat digemari oleh masyarakat lokal. Nama “Kinco” sendiri merujuk pada kuah atau saus manis yang disiram di atas hidangan ini.
Bahan utama dari bubur ini adalah ketan putih yang dimasak hingga lembut, namun tetap memiliki tekstur yang kenyal. Keistimewaannya terletak pada siraman kuah kental yang terbuat dari campuran gula merah (gula aren) pilihan dan santan kelapa segar.
Yang membuat bubur ini sangat khas adalah tambahan aroma dari potongan buah nangka masak atau buah durian. Bagi masyarakat Muara Enim, perpaduan antara legitnya ketan dan aroma buah musiman ini menciptakan sensasi rasa yang nikmat meskipun bahan-bahannya sederhana.
Bubur Kinco seringkali muncul sebagai menu wajib dalam acara-acara adat, syukuran, atau sebagai takjil primadona saat bulan Ramadhan. Kehadirannya melambangkan kebersamaan dan rasa syukur.
Menariknya di pasar tradisional Muara Enim, infoers bisa menemukan penjual Bubur Kinco yang menyajikan dalam wadah takir (daun pisang), yang diyakini memberikan aroma lebih harum dibandingkan wadah plastik modern.
Meskipun rasa yang ditawarkan sangat kaya dan memanjakan lidah, Bubur Kinco tetap menjadi kuliner yang merakyat. Hanya dengan merogoh kocek sekitar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 saja, infoers bisa menikmati satu porsi hangat bubur legit ini.
Bagi yang tidak suka durian, mungkin kurang berselera untuk menikmati makanan ini. Namun, tidak demikian bagi para penggemar durian, satu atau dua porsi pasti tidak akan cukup.
Bagi para pecinta kafein, belum sah kunjungannya ke Muara Enim jika tidak menyesap secangkir Kopi Semendo. Terdapat dua jenis biji Kopi Semende, yakni robusta dan arabika Semende.
Ditanam di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), Kopi Semende telah lama tersohor sebagai salah satu kopi terbaik di Sumatera Selatan, bahkan aromanya telah menembus pasar internasional.
Semende dikenal memiliki karakteristik rasa yang sangat kuat dan tingkat keasaman yang rendah, terutama untuk jenis Robusta. Hal yang paling unik dari kopi ini adalah aroma coklat dan kacang-kacangan yang muncul secara alami pasca proses pemanggangan.
Teksturnya yang kental dan sisa rasa yang manis menjadikannya favorit bagi mereka penggemar kopi hitam murni dan juga bagi mereka yang menyukai kopi susu kaya rasa.
Di Semende, infoers bisa menjumpai penduduk menggunakan metode tradisional untuk memanggang kopi ini. Pemanggangannya menggunakan kuali besi di atas api kayu, yang menciptakan aroma smoky yang tidak dapat dihasilkan oleh peralatan modern.
Meskipun menyandang status kopi kelas dunia, infoers tidak perlu khawatir soal harga. Di pusat kota Muara Enim hingga pelosok desa, secangkir kopi Semende bisa dinikmati di warung-warung kopi dengan harga mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 15.000 saja.
Bagi yang ingin membawa pulang sebagai oleh-oleh, bubuk kopi kemasan asli petani Semendo juga tersedia dengan harga yang sangat ramah di kantong, menjadikannya buah tangan wajib bagi setiap pelancong.
Jika infoers mengira hanya Korea yang punya Kimchi, Muara Enim punya Bekasam. Kuliner ini merupakan salah satu teknik pengawetan ikan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Sumatera Selatan.
Berbeda dengan olahan ikan biasa, Bekasam dibuat dari ikan air tawar segar seperti ikan betok, sepat, atau seluang yang dibersihkan lalu dicampur dengan nasi putih dan garam. Campuran ini kemudian disimpan dalam wadah tertutup rapat atau di fermentasi selama kurang lebih satu minggu.
Selama proses inilah muncul rasa asam alami yang segar serta tekstur ikan yang menjadi lebih lunak namun tetap terjaga bentuknya. Setelah proses tersebut, Bekasam jarang dimakan mentah begitu saja.
Biasanya, masyarakat Muara Enim, mengolahnya kembali dengan cara ditumis bersama bumbu-bumbu sederhana, seperti irisan bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit dalam jumlah banyak.
Aroma yang keluar saat Bekasam ditumis sangat kuat dan khas, seringkali mampu membangkitkan nafsu makan siapa pun yang menciumnya. Perpaduan rasa asam dari fermentasi dan pedasnya cabai menjadikan hidangan ini pendamping nasi hangat yang luar biasa nikmat.
Meskipun proses pembuatannya membutuhkan kesabaran, Bekasam adalah kuliner yang sangat ekonomis. infoers bisa menemukan Bekasam di pasar-pasar tradisional Muara Enim dalam bentuk kemasan toples kecil atau plastik dengan harga yang sangat terjangkau.
Bagi pencinta kuliner pedas, ikan kerutuk di Muara Enim hampir dipastikan menjadi menu yang paling direkomendasikan. Hidangan ini merupakan olahan ikan air tawar khas Muara Enim yang menonjolkan kekuatan rempah-rempah pilihan.
Nama “kerutuk” sendiri merujuk pada teknik memasak perlahan dengan bumbu yang sangat banyak hingga kuahnya menyusut, mengental, dan meresap sempurna ke dalam daging ikan.Jenis ikan yang biasanya digunakan adalah ikan nila, mujair, atau ikan mas segar hasil tangkapan sungai.
Ikan tersebut dimasak bersama campuran bumbu halus yang terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan lengkuas. Kunci kelezatannya terletak pada penambahan santan dan air asam yang dimasak dalam waktu lama.
Berbeda dengan gulai ikan biasa yang kuahnya cenderung encer, Ikan Kerutuk memiliki tekstur bumbu yang hampir menyerupai rendang namun dengan aroma yang lebih segar. Penggunaan bumbu mentah yang kemudian ditumis hingga matang bersama ikan memberikan aroma harum yang khas dan mampu menghilangkan bau amis pada ikan sungai.
Setiap suapan nasi hangat yang dicampur dengan bumbu kerutuk dijamin akan membuat siapa pun ketagihan. Meskipun tampilannya terlihat mewah dengan bumbu yang melimpah, Ikan Kerutuk tetap bisa dinikmati dengan harga yang sangat bersahabat.
Di berbagai warung nasi atau rumah makan pindang di sepanjang jalan lintas Muara Enim, satu porsi nasi dengan lauk Ikan Kerutuk biasanya dibanderol mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 30.000 saja. Harga yang sangat sebanding dengan kepuasan rasa yang infoers dapatkan.
Tempoyak Muara Enim adalah olahan hasil fermentasi daging buah durian yang memiliki cita rasa asam, manis, dan gurih yang berpadu sempurna.
Meskipun aromanya sangat tajam dan menyengat bagi sebagian orang, namun bagi para penggemarnya, Tempoyak adalah penambah nafsu makan yang luar biasa dan sering disebut sebagai “keju lokal” dari Bumi Serasan Sekundang.
Tempoyak dibuat dari daging buah durian masak yang dipisahkan dari bijinya, kemudian dicampur dengan sedikit garam dan disimpan dalam wadah kedap udara. Proses fermentasi ini biasanya memakan waktu 3 hingga 7 hari.
Semakin lama disimpan, rasa asamnya akan semakin kuat dan teksturnya akan semakin lembut. Di Muara Enim, Tempoyak tidak hanya dimakan langsung sebagai sambal, tetapi juga menjadi bahan dasar berbagai masakan lezat lainnya.
Ada banyak cara untuk menikmati kuliner ini. Salah satu yang paling populer di Muara Enim adalah Brengkes Tempoyak (pepes ikan dengan bumbu tempoyak) atau Pindang Tempoyak.
Tempoyak mentah biasanya dijual per porsi kecil atau per kilogram di pasar-pasar tradisional Muara Enim dengan harga yang sangat terjangkau, terutama saat sedang musim durian tiba.
Selain itu, infoers juga bisa dengan mudah menemukan warung makan tradisional di Muara Enim yang menyediakan sambal tempoyak secara cuma-cuma sebagai pelengkap menu utama.
Itulah 5 rekomendasi kuliner khas Muara Enim yang wajib masuk dalam daftar kuliner favorit infoers. Selain rasanya yang lezat dan otentik, harganya yang terjangkau tentu tidak akan membuat kantong jebol.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
