2 Penikam Sopir Truk asal Lampung Diburu Polisi, Identitas Pelaku Dikantongi - Giok4D

Posted on

Polisi masih memburu dua pelaku yang terlibat penikaman terhadap sopir truk asal Lampung bernama Alkodirin (45). Identitas kedua pelaku sudah dikantongi petugas.

Sebelumnya, polisi berhasil menangkap dua pelaku yang terlibat penikaman terhadap Alkodirin. Pelaku yang diamankan diduga masih di bawah umur.

Kapolsek Ilir Barat I Kompol Ricky Mozam mengatakan saat ini pihaknya dibantu Satreskrim Polrestabes Palembang dan Jatanras Polda Sumsel masih melakukan penyelidikan terhadap dua pelaku lain.

“Saat ini masih dalam pencarian keberadaan pelaku (2 pelaku lainnya),” katanya saat dihubungi infoSumbagsel, Minggu (30/11/2025).

Kata dia, pihaknya bersama Satreskrim Polrestabes Palembang sudah memeriksa beberapa saksi. Namun, dia belum menjelaskan siapa saja saksi yang diperiksa tersebut.

“Untuk saksi dari Polrestabes yang periksa,” ujarnya.

Kata dia, dua pelaku yang masih DPO terlibat penikaman terhadap korban sudah diketahui identitasnya.

“Sementara masih kami cari yang lainnya (dua pelaku lainnya). (Identitasnya?) Sudah kami kantongi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Lampung Truck Community (LTC) Aden Kusuma Wijaya mengatakan korban merupakan salah satu anggota komunitasnya.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Dia menjelaskan saat mendatangi Mapolrestabes terkait perkembangan kasus tersebut, dua dari empat terduga pelaku sudah berhasil diamankan. Dua terduga pelaku yang diamankan ada yang masih di bawah umur.

“Iya kita sudah mendatangi Polrestabes Palembang dan dua sudah ditangkap dari empat terduga pelaku, pelaku utama dalam aksi penusukan tersebut memang masih dalam pengejaran. Dua yang diamankan katanya ada yang masih di bawah umur,” katanya, Minggu.

Ia berharap kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap dua pelaku lainnya, yang masih dalam pengejaran tersebut.

Lanjut Aden, kalau kejadian serupa masih sering terjadi, komunitasnya bersama komunitas di Palembang siap melakukan operasi senyap ‘Sarung Hitam’ dengan melakukan Sweeping.

“Iya kita siap lakukan operasi senyap ‘Sarung Hitam’ dengan cara bisa dibilang Sweeping. Ya harapannya kepada pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan di wilayah rawan. Walaupun tidak bisa memberantas praktik pemalakan, setidaknya dapat mengurangi lah,” ujarnya.