Nabi Muhammad SAW pernah melakukan perjalanan agung yang bahkan nabi lain pun tidak melaksanakannya. Peristiwa tersebut adalah Isra Miraj yang terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-12 kenabian Nabi Muhammad SAW.
Dilansir dari buku Isra’ Mi’raj dan Permulaan Masuk Islamnya Kaum Anshar karya Muhammad Ridha, Isra merupakan perjalanan Nabi SAW dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis. Sementara Miraj merupakan perjalanan lanjutan beliau SAW ke Sidratul Muntaha.
Perjalanan luar biasa ini tentunya menyimpan hikmah besar yang dapat umat Islam petik sebagai pelajaran. Lantas, apa saja hikmah Isra Miraj? Berikut infoSumbagsel sajikan dirangkum dari laman Baznas dan sumber lainnya.
Peristiwa Isra Miraj dimaksudkan agar Rasulullah SAW melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Ini juga tertuang dalam Surat Al-Isra ayat 1 dan Surat An-Najm ayat 14-18.
Isra Miraj merupakan perjalanan agung yang tidak dapat dijelaskan oleh akal dan logika, semua terjadi di luar itu. Dengan peristiwa ini, Allah SWT membuktikan kebesaran-Nya yang menurut sebagian orang mustahil tapi mungkin bagi-Nya lantaran Dialah Tuhan semesta alam.
Hikmah Isra Miraj salah satunya adalah sebelum menghadap Allah SWT, jiwa dan raga kita haruslah dalam keadaan bersih.
Diriwayatkan, sebelum melakukan perjalanan Isra Miraj, malaikat membelah dada Nabi Muhammad SAW untuk dibersihkan hatinya menggunakan air zam-zam. “Lalu hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air zam-zam, kemudian dikembalikan ke tempatnya dan memenuhinya dengan iman dan hikmah”. (HR Bukhari).
Umat Islam yang benar-benar beriman pasti akan menerima kebenaran Isra Miraj dan bertambah keimanannya. Akan tetapi bagi orang yang belum memahami atau sulit menerima peristiwa ini, hal tersebut dapat menjadi tantangan dalam keimanan mereka.
Peristiwa Isra Miraj hanya dialami oleh Nabi Muhammad SAW dan tidak ada nabi lain yang mengalaminya. Itu menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan kemuliaan yang lebih kepada Rasul SAW sebagai kekasih-Nya.
Allah SWT menyebut Nabi Muhammad SAW dengan ‘abdun’ (hamba) dalam firman-Nya Surat Al-Isra ayat 1. Ini menandakan bahwa hanya hamba benar-benar takwa yang memperoleh derajat tinggi di sisi-Nya.
Hikmah Isra Miraj selanjutnya adalah pentingnya persoalan shalat. Malam Isra Miraj merupakan waktu disyariatkannya salat lima waktu secara langsung, tanpa melalui perantara malaikat Jibril, sebagaimana syariat yang lain. Ini menunjukkan jika salat memiliki kedudukan yang tinggi bagi umat Islam karena merupakan kewajiban yang harus ditaati.
Peristiwa Isra Miraj terjadi bertepatan dengan masa berduka Rasulullah SAW setelah ditinggal pergi oleh Khadijah dan Abu Thalib. Dengan melakukan perjalanan luar biasa ini, Allah SWT mencoba untuk menghibur hamba-Nya agar tidak luput dari kesedihan.
Dengan dilakukannya perjalanan Nabi Muhammad SAW menuju Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis saat Isra Miraj menunjukkan jika masjid tersebut merupakan tempat yang dimuliakan bagi umat Islam.
Selama perjalan luar biasa tersebut, Rasulullah SAW melihat berbagai hal yang menimpa para penghuni neraka. Beliau melihat orang-orang yang berenang di sungai darah, mereka yang lidahnya digunting, hingga mencakar tubuhnya sendiri.
Dengan terjadinya Isra Miraj, hal tersebut dapat dijadikan sebagai bahan intropeksi untuk senantiasa menjadi diri yang baik. Karena apa yang dialami mereka di neraka merupakan balasan atas perbuatan mereka semasa hidup.
Rasulullah SAW tetap menceritakan perjalanan Isra Miraj yang dialami, kepada sahabat dan penduduk Mekah kala itu. Akan tetapi sebagian orang tidak meyakininya karena hal itu tidaklah masuk akal. Meski begitu Rasulullah SAW tetap menyampaikan kebenaran meski ada yang tidak mempercayainya.
Sebelum Isra Miraj, Rasulullah SAW hanya mengetahui hal-hal gaib seperti surga dan neraka lewat wahyu yang diberikan kepadanya. Tapi setelah melihat langsung keberadaan surga, neraka, dan hal gaib lainnya saat peristiwa tersebut berlangsung, keimanan dan keyakinan beliau semakin kuat.
Dengan diutusnya Rasulullah SAW dan diturunkannya wahyu, itu menandakan jika syariat nabi terdahulu sudah dihapuskan. Terhapusnya syariat nabi sebelum Rasulullah dipertegas dengan adanya peristiwa Isra Miraj.
Satu per satu, orang yang mendukung dan Nabi Muhammad SAW cintai seperti istri dan paman beliau meninggalkannya sebelum peristiwa Isra Miraj. Di sisi lain kaum Quraisy, semakin gencar untuk menindas beliau.
Dengan berlangsungnya perjalanan mulia tersebut, Allah SWT memberikan bekal untuk Rasulullah SAW agar bisa bertahan dan kuat dalam mengemban misi dakwah yang diberikan kepadanya.
Saat Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada pilihan antara air susu atau khamr, Nabi Muhammad SAW memilih susu. Kemudian malaikat JIbril berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Ini sebagai isyarat jika Islam merupakan agama suci (fitrah). Allah berfirman dalam Al-Quran:
فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ
Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum [30]: 30)
Itulah dia 14 Hikmah di balik terjadinya peristiwa Isra Miraj yang dialami oleh Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat ya.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
Hikmah Isra Miraj sebagai Perjalanan Spiritual
1. Adanya Kebesaran Allah SWT
2. Membersihkan Jiwa Raga untuk Menghadap Allah SWT
3. Ujian Keimanan Seseorang
4. Memuliakan Rasulullah SAW
5. Tingginya Derajat Hamba
6. Pentingnya Salat Lima Waktu
7. Menghibur Rasa Duka Rasulullah SAW
8. Keistimewaan Masjidil Aqsha
9. Intropeksi Diri
10. Menyampaikan Kebenaran
11. Memantapkan Hati Nabi Muhammad SAW
12. Menghapusnya Syariat Nabi Terdahulu
13. Sebagai Bekal Dakwah
14. Islam Merupakan Agama Suci
Hikmah Isra Miraj selanjutnya adalah pentingnya persoalan shalat. Malam Isra Miraj merupakan waktu disyariatkannya salat lima waktu secara langsung, tanpa melalui perantara malaikat Jibril, sebagaimana syariat yang lain. Ini menunjukkan jika salat memiliki kedudukan yang tinggi bagi umat Islam karena merupakan kewajiban yang harus ditaati.
Peristiwa Isra Miraj terjadi bertepatan dengan masa berduka Rasulullah SAW setelah ditinggal pergi oleh Khadijah dan Abu Thalib. Dengan melakukan perjalanan luar biasa ini, Allah SWT mencoba untuk menghibur hamba-Nya agar tidak luput dari kesedihan.
Dengan dilakukannya perjalanan Nabi Muhammad SAW menuju Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis saat Isra Miraj menunjukkan jika masjid tersebut merupakan tempat yang dimuliakan bagi umat Islam.
Selama perjalan luar biasa tersebut, Rasulullah SAW melihat berbagai hal yang menimpa para penghuni neraka. Beliau melihat orang-orang yang berenang di sungai darah, mereka yang lidahnya digunting, hingga mencakar tubuhnya sendiri.
Dengan terjadinya Isra Miraj, hal tersebut dapat dijadikan sebagai bahan intropeksi untuk senantiasa menjadi diri yang baik. Karena apa yang dialami mereka di neraka merupakan balasan atas perbuatan mereka semasa hidup.
Rasulullah SAW tetap menceritakan perjalanan Isra Miraj yang dialami, kepada sahabat dan penduduk Mekah kala itu. Akan tetapi sebagian orang tidak meyakininya karena hal itu tidaklah masuk akal. Meski begitu Rasulullah SAW tetap menyampaikan kebenaran meski ada yang tidak mempercayainya.
Sebelum Isra Miraj, Rasulullah SAW hanya mengetahui hal-hal gaib seperti surga dan neraka lewat wahyu yang diberikan kepadanya. Tapi setelah melihat langsung keberadaan surga, neraka, dan hal gaib lainnya saat peristiwa tersebut berlangsung, keimanan dan keyakinan beliau semakin kuat.
Dengan diutusnya Rasulullah SAW dan diturunkannya wahyu, itu menandakan jika syariat nabi terdahulu sudah dihapuskan. Terhapusnya syariat nabi sebelum Rasulullah dipertegas dengan adanya peristiwa Isra Miraj.
Satu per satu, orang yang mendukung dan Nabi Muhammad SAW cintai seperti istri dan paman beliau meninggalkannya sebelum peristiwa Isra Miraj. Di sisi lain kaum Quraisy, semakin gencar untuk menindas beliau.
Dengan berlangsungnya perjalanan mulia tersebut, Allah SWT memberikan bekal untuk Rasulullah SAW agar bisa bertahan dan kuat dalam mengemban misi dakwah yang diberikan kepadanya.
Saat Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada pilihan antara air susu atau khamr, Nabi Muhammad SAW memilih susu. Kemudian malaikat JIbril berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Ini sebagai isyarat jika Islam merupakan agama suci (fitrah). Allah berfirman dalam Al-Quran:
فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ
Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum [30]: 30)
Itulah dia 14 Hikmah di balik terjadinya peristiwa Isra Miraj yang dialami oleh Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat ya.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.







