13 Tanaman Obat Tradisional Manjur untuk Kesehatan Tubuh, Apa Saja? | Giok4D

Posted on

Penggunaan tanaman obat sebagai ramuan tradisional telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kesehatan di Indonesia. Berikut ulasan daftar obat tradisional dan khasiatnya untuk kesehatan.

Kekayaan alam nusantara menyediakan berbagai bahan alami yang efektif untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Berbagai penyakit dapat diatasi dengan obat tradisional yang ada di sekitar.

Pemanfaatan tanaman obat ini juga didukung oleh berbagai literatur ilmiah. Salah satunya adalah buku berjudul Sehat dan Bugar Secara Alami karya Bambang Mulyanto. Bambang dalam bukunya mengulas mengenai kandungan dan manfaat tanaman herbal.

Dengan bahan yang ada di sekitar, mulai dari penyakit ringan hingga kronis, tanpa harus selalu bergantung pada obat-obatan kimia sintetis. Berikut adalah daftar ramuan tradisional beserta khasiatnya yang perlu diketahui.

Cengkeh dikenal memiliki kandungan minyak terbang yang sangat kaya, meliputi eugenol, kariofilen, furfural, metil-amil keton, hingga vanilin. Bagian yang paling sering dimanfaatkan untuk pengobatan adalah bunganya, yang memiliki aroma tajam dan sifat hangat.

Khasiat utama cengkeh adalah sebagai obat sakit gigi alami yang sangat ampuh. Kandungan eugenol di dalamnya bekerja sebagai antiseptik dan anestesi lokal yang mampu meredakan nyeri serta membunuh bakteri penyebab infeksi pada gigi dan gusi.

Tanaman ini sering ditemukan di dapur sebagai penyedap masakan, namun daunnya memiliki kandungan kimia yang luar biasa seperti zat warna, alkaloid, tanin, dan minyak atsiri. Ekstrak daun salam telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menjaga keseimbangan sistem metabolisme tubuh.

Khasiat daun salam mencakup pengobatan diabetes karena kemampuannya membantu menurunkan kadar gula darah. Selain itu, sifat astringent dari tanin dalam daun salam juga efektif untuk mengobati diare dan memperkuat kondisi lambung yang lemah.

Rimpang jahe merupakan salah satu bahan ramuan paling populer yang mengandung minyak atsiri, gingerol, zingeron, resin, zat pati, dan gula. Senyawa gingerol inilah yang memberikan rasa pedas khas dan memberikan efek farmakologis bagi tubuh manusia.

Manfaat jahe sangat beragam, mulai dari penambah nafsu makan, penghangat tubuh, hingga mengatasi masuk angin dan pusing.

Dalam kondisi yang lebih serius, jahe juga digunakan sebagai terapi pendukung untuk penderita saraf lemah, rematik, bahkan membantu pemulihan pasien stroke melalui stimulasi sirkulasi darah.

Jeruk nipis kaya akan zat asam amino, asam sitrat, kalsium, fosfor, besi, belerang, serta vitamin B1 dan C. Selain itu, terdapat minyak terbang yang mengandung berbagai senyawa kompleks seperti sitral, limones, dan linali asetat yang bermanfaat bagi sistem pernapasan dan imunitas.

Air perasan jeruk nipis sangat efektif sebagai obat batuk alami dan pereda radang tenggorokan. Selain khasiat tersebut, jeruk nipis juga sering digunakan dalam program diet untuk menguruskan tubuh, serta mengobati masalah medis seperti sinusitis dan amandel secara alami.

Jinten atau sering disebut jinten hitam mengandung komposisi kimia yang sangat kompleks, mulai dari protein, kalium, hingga berbagai jenis minyak terbang seperti karbon dan limonen. Kandungan senyawa aktif di dalamnya membuat jinten memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang kuat.

Ramuan jinten sangat mujarab untuk mengobati penyakit menular seperti difteri dan influenza. Selain itu, jinten juga digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan seperti mulas dan sembelit, serta penyakit saraf dan otot seperti tetanus, encok, dan ayan.

Buah kapulaga mengandung minyak terbang yang terdiri dari sineal, terpineol, dan borneol. Terdapat pula kandungan pati, gula, protein, dan silikat yang menjadikan buah kecil ini sebagai agen penyembuh yang multifungsi bagi kesehatan rongga mulut dan tenggorokan.

Kapulaga efektif untuk menghilangkan bau mulut dan bau tubuh yang tidak sedap. Secara medis, ramuan buah kapulaga juga dipergunakan untuk meredakan gatal tenggorokan, batuk, sesak nafas, hingga gangguan pencernaan seperti radang lambung dan rasa mulas yang berlebihan.

Hampir seluruh bagian kayu manis dapat dimanfaatkan, mulai dari kulit batang, daun, hingga akarnya. Berdasarkan buku Tanaman Obat Keluarga karya Depkes RI, kayu manis mengandung kalsium oksalat, zat samak, dan gliserin yang berperan penting dalam proses penyembuhan peradangan.

Khasiat kayu manis sangat luas, meliputi pengobatan sariawan, batuk, dan asma. Bagi penderita penyakit degeneratif, kayu manis dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) serta meredakan nyeri pada penderita encok dan eksim pada kulit.

Kencur memiliki kandungan minyak atsiri (cineol dan kamfer) serta pati yang memberikan efek hangat saat dikonsumsi. Tanaman ini dikenal luas dalam pengobatan tradisional sebagai agen peluruh dahak dan penenang sistem saraf.

Manfaat kencur yang paling sering dirasakan adalah untuk meredakan batuk berdahak dan melegakan tenggorokan. Selain itu, kencur juga sangat efektif untuk meningkatkan nafsu makan pada anak-anak serta mengatasi rasa pegal linu setelah beraktivitas berat.

Ketumbar mengandung minyak asiri yang kaya akan coriandrol dan berbagai senyawa lemak. Biji ketumbar tidak hanya berfungsi sebagai bumbu, tetapi juga memiliki sifat stimulan dan karminatif bagi sistem pencernaan manusia.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Penggunaan ketumbar dalam ramuan tradisional sering ditujukan untuk mengatasi perut kembung dan melancarkan pencernaan. Selain itu, air rebusan ketumbar juga dipercaya mampu membantu meredakan sakit kepala dan menurunkan demam tinggi secara alami.

Kunyit mengandung zat aktif kurkumin yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi alami. Zat warna kuning pada kunyit ini telah banyak diteliti manfaatnya dalam dunia kedokteran modern untuk melindungi fungsi hati dan lambung.

Khasiat kunyit mencakup pengobatan radang lambung (maag), pembersihan darah, hingga mengobati keputihan pada wanita. Sifat antiseptiknya juga membuat parutan kunyit sering digunakan sebagai obat luar untuk mempercepat penyembuhan luka atau gatal-gatal pada kulit.

Rimpang lengkuas mengandung minyak atsiri seperti galangol, eugenol, dan seskuiterpen. Kandungan ini memberikan efek antimikroba yang sangat kuat, terutama terhadap jamur kulit dan bakteri patogen di dalam tubuh.

Dalam pengobatan tradisional, lengkuas adalah obat utama untuk penyakit kulit seperti panu dan kadas. Selain itu, konsumsi ramuan lengkuas juga bermanfaat untuk meningkatkan stamina, meredakan diare, dan membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Lada, baik hitam maupun putih, mengandung alkaloid piperin yang memberikan rasa pedas menyengat serta minyak atsiri dan lemak. Piperin diketahui dapat meningkatkan penyerapan nutrisi dalam usus secara signifikan.

Lada berkhasiat sebagai penghangat tubuh yang efektif untuk mengatasi masuk angin dan asma. Selain itu, lada juga berfungsi sebagai peluruh keringat dan urine, sehingga sangat baik untuk detoksifikasi sistem ekskresi pada tubuh.

Biji pala mengandung minyak terbang (myristicin, safrole), minyak lemak, dan zat putih telur. Kandungan myristicin pada pala memberikan efek sedatif ringan atau penenang alami yang aman jika dikonsumsi dalam dosis yang tepat.

Manfaat utama pala adalah sebagai obat gangguan sulit tidur atau insomnia. Selain itu, ramuan pala juga sangat baik untuk mengatasi masalah pencernaan seperti perut kembung, mencret, serta membantu meredakan rasa sakit akibat rematik.

Demikianlah daftar 13 obat tradisional dan khasiatnya untuk kesehatan tubuh. Tanpa disadari bahan bahan makanan yang ada di sekitar menyimpan jawaban dari berbagai macam persoalan kesehatan.

Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang prima PTKI kementerian Agama

13 Tanaman Obat Tradisional dan Khasiatnya

1. Cengkeh (Eugenia Aromatica)

2. Daun Salam (Syzigium Polyanthum)

3. Jahe (Zingiber Officinale)

4. Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia)

5. Jinten (Nigella Sativa)

6. Kapulaga (Amomum Cardamomum)

7. Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii)

8. Kencur (Kaempferia Galanga)

9. Ketumbar (Coriandrum Sativum)

10. Kunyit (Curcuma Domestica)

11. Lengkuas (Alpinia Galanga)

12. Lada (Piper Nigrum)

13. Pala (Myristica Fragrans)