Bulan Syaban merupakan salah satu bulan yang mempunyai keutamaan dalam Islam dan merupakan pengantar menuju bulan Ramadhan. Bulan ini juga diketahui sebagai bulan favorit Rasulullah SAW berpuasa sunnah.
Bulan Syaban akan tiba setelah Rajab berakhir pada Januari ini. Bulan ini juga dikenal memiliki malam Nisfu Syaban yang merupakan salah satu malam penuh keberkahan.
Lantas, kapan 1 Syaban 1447 H/2026? Berikut infoSumbagsel sajikan informasi mengenai tanggal berapa 1 Syaban 2026 jatuh dan prakiraan hilal Syaban dari BMKG.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) tentang prakiraan hilal penentu awal Syaban 1447 H, diperoleh informasi bahwa secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Syaban 1447 H bagi setelah Matahari terbenam tanggal 19 Januari 2026.
Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Syaban 1447 H perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab sant Matahari terbenam tanggal 19 Januari 2026 tersebut. Adapun rincina hasil prakiraan hilal BMKG perihal penetapan Syaban sebagai berikut:
1. Untuk penentuan awal bulan Syaban 1447 H. konjungsi akan terjadi pada hari Ahad, 18 Januari 2026 M. pukul 19.51.60 UT atau Senin, 19 Januari 2026 M. pukul 02.51.59 WIB atau Senin, 19 Januari 2026 M, pukul 03.51.59 WITA atau Senin, 19 Januari 2026 M, pukul 04.51.59 WIT. Di wilayah Indonesia pada tanggal 19 Januari 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.55.12 WIT di Jayapura, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.45.5 WIB di Calang, Aceh. Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 19 Januari 2026 di seluruh wilayah Indonesia
2. Ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Januari 2026, berkisar antara 5.2 di Jayapura, Papua sampai dengan 6.42º di Tua Pejat, Sumatera Barat.
3. Elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Januari 2026, berkisar antara 6.9″ di Jayapura, Papua sampai dengan 8.12º di Calang, Aceh.
4. Umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Januari 2026, berkisar antara 13.05 jam di Jayapura, Papua sampai dengan 15.88 jam di Calang, Aceh.
5. Lag di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Januari 2026, berkisar antara 26.1 menit di Jayapura, Papua sampai dengan 31.5 menit di Tua Pejat, Sumatera Barat.
6. Fraksi Illuminasi Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Januari 2026, berkisar antara 0.27% di Jayapura, Papua sampai dengan 0.4% di Banda Aceh, Aceh.
7. Pada tanggal 19 Januari 2026, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam terdapat objek astronomis yaitu Venus yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 10 dari Bulan.
Penetapan 1 Syaban 1447 H versi pemerintah dapat dilihat dalam Kalender Hijriah 1447H/2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Berdasarkan kalender tersebut, 1 Syaban jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Nahdlatul Ulama melalui Almanak Tahun 2026, Lembaga Falakiyah FCNU Kabupaten Bojonegoro juga memprediksi awal Syaban jatuh pada tanggal yang sama dengan pemerintah.
“Posisi hilal belum memenuhi kriteria imkanurrukyah sehingga 1 Syaban 1447 H diprediksi jatuh pada Selasa Pahing, 20 Januari 2026,” bunyi keterangan tersebut.
Sementara itu, Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), juga menyatakan 1 Syaban 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Dengan demikian, pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Sementara NU masih memprakirakan awal Syaban jatuh pada tanggal yang sama.
Akan tetapi terdapat perbedaan antara lama bulan Syaban berlangsung. Berdasarkan prediksi pemerintah dan NU, bulan Syaban akan berlangsung selama 30 hari, dan berakhir pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sedangkan Muhammadiyah memperkirakan jika bulan Syaban berlangsung selama 29 hari, yang berakhir pada Selasa, 17 Februari 2026.
Berikut ini sejumlah keutamaan bulan Syaban dilansir dari infoSulsel dan sumber lainnya.
Keutamaan pertama dari bulan Syaban adalah diangkatnya amal manusia kepada Allah SWT. Rasulullah SAW dalam sebuah hadist menyebutkan bahwa beliau ingin amal-amalanya diangkat dalam keadaan berpuasa.
Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Imam Abu Dawud dan Imam Nasa’i dan Imam Ibnu Khuzaimah dan beliau katakan hadits ini sahih.
عَنْ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ, قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ, فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: Dari Usamah bin Zaid berkata: aku bertanya: Wahai Rasulullah SAW, aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Syaban (karena seringnya), beliau menjawab: “Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu diangkat amal-amal kepada Allah Tuhan Semesta Alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.”
Keutamaan lain dari bulan Syaban terletak pada pertengahan bulannya yang juga disebut sebagai malam Nisfu Syaban. Pada malam itu, Allah SWT akan mengampuni hamba-Nya dengan pengampunan yang sangat banyak.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban, beliau berkata:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كِلَبٍ
Artinya: Dari Sayyidah Aisyah RA beliau berkata: “Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi’ Al-Gharqad” maka beliau bersabda “Apakah engkau khawatir Allah dan RasulNya akan menyia nyiakanmu?” Kemudian aku berkata: “Tidak wahai Rasulullah SAW, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian isteri-isterimu”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di Malam Nishfu Syaban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak).” (HR. Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban beliau berkata hadits ini shahih).
Bulan Syaban juga menjadi bulan Nabi Muhammad SAW banyak mengerjakan amalan puasa sunnah dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, Ini menunjukkan jika bulan ini merupakan bulan yang istimewa untuk memperbanyak ibadah puasa.
Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Aisya RA dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى تَقُولَ لا يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Diriwayatkan dari Aisyah RA beliau berkata: “Rasulullah SAW biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa (di bulan Syaban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
Pada bulan Syaban turun ayat untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itulah, sangat dianjurkan untuk memperbanyak shalawat atas beliau.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab Ayat 56)
Syaban merupakan bulan persiapan sebelum Ramadhan. Salah satu cara dengan mempersiapkan diri adalah dengan memperbanyak ibadah seperti puasa dan membaca Al-Quran.
Dengan membiasakan diri dengan berbagai amalan tersebut seseorang akan lebih mudah untuk menghadapi Ramadhan, sehingga tidak akan merasa berat. Sebagaimana dijelaskan oleh Abu Bakr al-Balkhi rahimahullah berikut ini:
قال أبو بكر البَلْخِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ: «شهر رَجَبشهر الزرع، وشهر شعبان شهر سقي الزرع، وشهر رمضان شهر حصاد الزرع»
Artinya: “Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam. Bulan Syaban adalah bulan untuk mengairi tanaman. Sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan untuk menuai hasil panen.”
Itulah informasi seputar jadwal 1 Syaban 2026. Semoga berguna ya!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.







