Upaya merawat dan melestarikan pangan lokal terus digalakkan. Salah satunya melalui peran para ibu pelaku UMKM di desa yang menjaga warisan kuliner turun-temurun dari dapur rumah tangga.
Komitmen tersebut diwujudkan Amartha Finansial melalui kompetisi memasak bertajuk Cerita Rasa yang melibatkan lebih dari 1.000 ibu mitra UMKM dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Riau hingga Lampung.
“Ajang ini menjadi ruang bagi perempuan desa menampilkan kuliner khas daerah sekaligus memperkuat peran UMKM dalam ekonomi lokal,” kata Chief Funding Officer Amartha Finansial, Julie Fauzie, Jumat (16/1/2026).
Menurut Julie, lebih dari 75 cerita rasa diangkat dari dapur-dapur rumah tangga, dengan penilaian meliputi teknik memasak, pemahaman bahan pangan lokal serta nilai tradisi dari setiap hidangan yang disajikan.
“Pada tahap regional Sumatera, lima kelompok ibu mitra dari Baturaja, Bengkulu Pangkalan Kuras, Pekanbaru dan Lampung Selatan berkompetisi menyajikan masakan berbahan pangan lokal yang sarat cerita budaya daerah,” jelasnya.
Julie menambahkan, pangan lokal bukan sekedar soal rasa, tetapi bagian dari kehidupan keluarga Indonesia. Dari dapur, para ibu terus menjaga tradisi untuk menghadirkan masakan rumahan yang menemani tumbuh kembang anak dan menjadi kenangan di setiap keluarga.
“Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga warisan rasa. Kami ingin memastikan pangan lokal tetap bermakna sebagai bagian dari kehidupan, penghidupan, dan harapan,” ujarnya.
Kompetisi ini mengangkat tema kuliner Sumatera yang erat dengan kehidupan sungai sebagai sumber bahan pangan. Perempuan, khususnya para ibu, dinilai memiliki peran penting dalam mengolah hasil alam sekaligus menjaga warisan kuliner lintas generasi.
Salah satu peserta asal Bengkulu, Masita Febtianti, mengaku bangga bisa ambil bagian dari kompetisi ini.
“Sebagai seorang ibu yang dekat dengan dapur dan pangan lokal, ajang ini menjadi ruang untuk merawat cita rasa warisan keluarga sekaligus membuka jalan bagi kesejahteraan komunitas,” tuturnya.







